BIAS GENDER DALAM ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Tri Marheni Pudji Astuti

Abstract


Berbicara tentang persoalan gender sebenarnya adalah menyangkut konstruksi sosial antara lakilaki dan perempuan dalam masyarakat, sehingga sangatlah tidak tepat jika gender diartikan hanya untuk perempuan. Wacana ini mengedepan pada sekitar tiga dasawarsa terakhir ketika berbagai kalangan mulai menyadari bahwa ada sekelompok orang dari anggota masyarakat yang secara tidak sengaja terpinggirkan oleh sistem dan struktur, yaitu kelompok perempuan. Padahal masyarakat terdiri dari dua kelompok jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebagai implikasi pemisahan peran yang dikonstruksikan secara sosial tentang laki-laki dan perempuan, mengakibatkan banyak kesenjangan gender di berbagai bidang kehidupan. Karena peran gender selalu rancu diartikan sebagai kodrat perempuan. Pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial sebenarnya tidak menjadi persoalan, manakala tidak menimbulakn ketidakadilan gender pada salah satu pihak. Sayangnya pembagian peran tersebut ternyata telah menimbulkan ketidakadilan pada salah satu katagori jenis kelamin, yaitu perempuan. Manefestasi ketidakadilan gender ini ada di berbagai bidang yakni, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, politik, pemerintahan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita tidak mungkin membicarakan semua hal tersebut didalam tulisan ini. Tulisan pendek ini akan membahas bagaimana implikasi konstruksi gender terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kata Kunci: Gender, Konstruksi sosial,Bias gender, Demistikasi Teknologi, proletarianisasi Teknologi, Profesionalisasi Teknologi.

Full Text: pdf

Refbacks

  • There are currently no refbacks.